SORE HARI DI TAMAN BELAJAR RAYON FEBI
June 14, 2017
Add Comment
Siddiqurrohman Abad Arz*
RABU, Saya diberi kesempatan untuk duduk bareng dengan kader2 PMII Rayon Fakultas ekonomi dan bisnis (FEBI) UIN Surabaya dalam rangka "Kajian SC". Sebelumnya saya sampaikan terimakasih kepada mereka semua. Di sebuah penamaan istilah "Mimbar Intelektual" itu ada pesan tersirat yang membuat kesadaran saya tersentak. Suasana rindang, angin mundar mandir membawa desir di emperan kecil gedung raksasa pasca yang menjulang langit. Saya merasa ada dipinggiran taman belajar berbentuk lingkaran seperti bunga yang terangkai dari beberapa lutut mungil para geliat penggiat ilmu. Di samping bunga itu, di emperan kecil yang memanjang terlihat bunga bunga merekah bertebaran. Amboii indah sekali pemandangan ini.
Ditengah tengah suasana puasa seperti ini badan yang lunglai kami abai karena saut menyaut tetap menjuntai dan bibir kecut tanpa dahi mengkerut karena kita sedang asyik merajut saut, meskipun sesekali tangan manja mengurut perut. Hehehe
Kemudian kami mulai hanyut dalam pembahasan yang mengkrucut terhadap sebuah nilai kepekaan yang mulai memudar dikalangan mahasiswa (sebut NDP). Yaitu di antaranya, sebuah kepekaan interaksi hubungan antara manusia dengan Allah, hubungan manusia terhadap manusia, dan hubungan manusia dengan alam (lingkungan sekitar). Hubungan itu tidak terinternalisasi sebagai tanggungjawab yang perlu kita laksanakan. Pemahaman skriptif sekedar menjadi ejaan yang dilafadkan bukan sebuah gerakan yang di galakkan.
Dari itu kemudian muncul sebuah argumentasi rasio tentang mudah lunturnya pengetahuan yang hanya menjadi tugas hafalan. Mandat sosial lalai karena sibuk dengan produk pemikiran fundamental, mandat lingkungan lerai karena sibuk dengan produk kapital dan digital.
Tetapi keyakinan itu tetap beralasan ketika taman belajar seperti ini di jaga dan di rawat dengan istiqomah tanpa beban akan tetapi karena sebuah bentuk kepedulian.
Dari saking pentingnya sebuah bentuk aktualisasi dari ilmu pengetahuan yang kita ketahui, Imam Syafi'i berpesan "Akan kuberikan ilmu yang kumiliki kepada siapapun, asal mereka mau memanfaatkan ilmu yang telah kuberikan itu". Ditambahkan lagi oleh Hujjatul mukminin (Ali bin abi thalib) dengan pesan hikmahnya yaitu "Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) dan harta terhukum. Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan". Tetapi meliau menambahkan sebagai senjata dalam mencari dan menjaga ilmu karena begitu sukarnya dalam penerapan keistiqomahannya "Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiaannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap perbuatan jahat dan kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya terhadap kehormatan dirinya".
-Khalifah Ali bin Abi Talib-
Dan beliau juga menambahkan sebagai cara merawat taman belajar ini dengan tetap menjaga ikatan persaudaraan dan persahabatan sehingga bisa saling mengingatkan dan share pengetahuan, yaitu "Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak mau mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari".
–Khalifah Ali bin Abi Thalib-
Semoga bermanfaat.
*Kontributor Mahasiswa bergerak.

0 Response to "SORE HARI DI TAMAN BELAJAR RAYON FEBI"
Post a Comment