-->

"DUALITAS KONSEP KEHIDUPAN IDEAL"



Oleh: Al fakir Abd Rohim Fiama*

Manusia adalah mahkluk sosialis yang mana antara satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan, ada hal yang tak dapat dipisahkan dalam sebuah kehidupan, manusia yang ideal adalah mereka yang dapat menerapkan dan menjalankan dua hal ini dalam kehidupan, keduanya saling bersinergi dan kesingkronan didalamnya.

Dua hal itu adalah fertikal dan horizontal keduanya adalah jalan menuju kehidupan yang ideal.
Fertikal, fertikal adalah hubungan mahkluk pada sang kholik (manusia pada sang pencipta) sedang horisontal adalah hubungan mahluk dengan mahluk atau hubungan sesama.

Dalam teori agama dijelaskan ad dua hal yang diajarkan keduanya merupakan perasan inti sari dari empat hal (Tauhid, hablum minalloh, hablum minnas, hablum minal alam) Tauhid merupakan bahasa arab yg artinya mengesakan, maksudnya adalah mengesakan Alloh. Namun tentunya tidak semua manusia yang yakin dengan adanya Alloh atau mengesakan Alloh, mereka melaksanakan perintah dan larangannya. Maka Tauhid hanyalah bentuk dari sebuah pernyataan atau kesaksian.

Hablum minalloh, Hablun berasal dari bahasa arab yang artinya tali sedangkan kata min adalah kalimat penyambung (dengan) maka hablum minalloh adalah pengikat atau hubungan antara manusia dengan tuhannya, berbeda dengan Tauhid hablum minalloh lebih luas dari pada tauhid karena dalam hablum minalloh mengandung tauhid, kembali lagi hablum minalloh adalah hubungan manusia dengan tuhannya yakni meliputi perintah (sholat) dan larangan (judi, korupsi)dll didalamnya. Maka tidak semua orang yang iman (percaya adanya Alloh) melaksanakan perintah maupun larangan Alloh tapi orang yang melaksanakan perintah dan larangannya sudah tentu mereka iman.
 Maka antara tauhid dan hablum minannas dapat dikerucutkan menjadi horisontal (hubungan manusia pada tuhannya).

Sekarang mengenai hablum minannas dan hablum minal alam. Hablum minannas adalah hubungan manusia dengan manusia seperti yang dikatakan diatas bahwa manusia hidup sebagai mahkluk yang sosialis dengan demikian manusia tidak terlepas dari kehidupan disekelilingnya, tidak dapat dibantahkan manusia dengan manusia lainnya saling memerlukan dan menguntungkan sebagaimana hubungan antara petani padi, toko beras dan masyarakat penikmat atau pembeli, maka disini ada tiga pelaku yang disebut produsen, distributor dan konsumen diman produsen sebagai orang yang memproduksi, distributor sebagai penyalur dan konsumen sebagai penikmat atau orang yang meng konsumsi. Maka tentu kita melihat siklus di dalam kehidupan manusia mereka saling memerlukan dan menguntungkan satu dengan yang lainnya.

Begitu pula dengan hablum minal alam, hablum minal alam adalah hubungan manusia dengan alam, konteks alam di sini ada kesamaan dengan manusia sebagaimana teori agama menjelaskan bahwa selain Alloh adalah mahluk (ma siwalloh alamun). Maka spintas antara manusia dengan alam sama. Menjadi sebuah pertayaan menagapa antara manusia dengan mahluk lainnya (pohon, tanah, burung)dll dibedakan menjadi dua bagian, letak perbedaan manusia dengan mahkluk lainnya ada pada mindset/pola fikirnya. Mindset manusia berkembang dan terus berkembang dari masa ke masa karena dalam diri manusia ada rasa ingin tahu yang berkembang (Ilmu Alamiah Dasar), sehingga mengakibatkan perkembangan pula baik dari segi gaya hidup dan lain sebagainya.
Lalu bagaimana dengan mahkluk selain manusia?? Katakan saja burung, dari masa-kemasa burung tidak pernah merubah pola fikir dan kebiasaan hidupnya secara terus menerus karena burung, meskipun dibekali fikiran namun tidak berkembang seperti halnya manusia. Maka pola fikirlah yang menjadi letak perbedaan antara manusia dengan mahkluk lainnya.

Dapat simpulkan Hablum minallaloh adalah hubungan manusia dengan mahkluk lainnya maka manusia disamping menjalankan hablum minannas dengan baik ditekankan pula manusia menjalankan hablum minnal alam dengan baik agar siklus kehidupan manusia yang statusnya sebagai mahkluk sosialis dapat terjaga dengan baik. Dan hablum minannas dengan hablum minal alam di sini dapat dikerucutkan dalam kategori Horizontal.

Maka manusia yang bahagia dan sejahtera
adalah mereka yang dapat menjalankan vertikal dan horizontal dengan seimbang.

*Penulis adalah Mahasiswa UIM Pamekasan

CARA MUDAH UPDATE POSTINGAN:

0 Response to ""DUALITAS KONSEP KEHIDUPAN IDEAL""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel