"Kader, Raengkarnasi Seniornya"
September 07, 2017
Add Comment
Oleh: Alfakir Abd Rohim Fiama*
Layaknya pohon, kader adalah tunas di buku batang induknya, kader adalah pemegang estafet yang kelak memikul tanggung jawab meneruskan perjuangan seniornya.
Namun menjadi kader militan yang siap pakai dan dapat diandalkan dalam berbagai keadaan, tak semudah kita membolak balikkan tangan. Mengasah Kematangan jiwa dan raga demi membentuk potensi moralitas dan intelektual kader adalah salah satu proses yang tidak sekedar bayanga ataupun kontemplesi semata, idealnya kader militan terbentuk bukan karena kontruktif atau doktrinitas senior tapi terbentuknya hal itu karena adanya empati dan simpati senior kepada kader.
Entitas kader tidak bisa dilepaskan dari kata "Senior" dua elmens tersebut layaknya mata rantai yang saling bersenambungan, senior terkadang bermimpi menciptakan kader intelektual dan militan bahkan tidak jarang diforum formal dibuat tema "menciptakan kader intelektual dan militan" khususnya organisasi PMII, kenapa saya katakan mimpi??, sebab konsep dan teknis yang digagas terkadang tidak mampu menjawab tantangan, yang ada hanya seremonial saja. Sehingga tidak jarang PMII melahirkan kader-kader amatiran, amburadul dalam moral dan intelektual.
Kesadaran senior PMII terkadang tidak ada terutama dalam sikap mengayumi pada kader, keinginan dalam menciptakan kader militan dan intelektual tidak jarang putus ditenggah jalan, Pasalnya "kader sudah dewasa sudah bisa berfikir", lupa pada cultur tradiasional yakni atasan sebagai penentu sikap bawahan. kader layak ekor yang mengikutik jejak betina (senior), Kader sebagai mahkluk reaktif dan konsumtif, Semua secara simultan tanpa sadar telah meng konsumsi sikap dan sifat-sifatnya itu.
terbentuklah kebiasan-kebiasan dari sikap dan sifat senior yang menular pada kadernya sehingga lahirlah kader-kader yang tercetak tak jauh beda dari seniornya "pembodohan yang mengakar" dari nampak senior pemalas dan pecandu wanita_wanita sexy (pacaran).
*Penulis adalah Mahasiswa UIM Pamekasan

0 Response to " "Kader, Raengkarnasi Seniornya""
Post a Comment