-->

MINIMNYA PERHATIAN PEMERINTAH KEPADA RAKYATNYA(KAUM MUDA).


Oleh: Aziz Maulana El Abror*

 Pemuda adalah generasi bangsa, penerus perjuangan, dengan berproses membenahi diri dan berinteraksi dengan sesamanya, Sering sekali ditemukan di kota-kota banyak kalangan muda namun bukan penduduk asli kota, melainkan pendatang yang ingin mengadu nasib ditempat orang lain.
Keadaan yang demikian mejadi sorotan warga (kota), mengenai sifat dan kebiasaan yang jauh berbeda di lingkungan itu.

Namun seruan "demokrasi" sebagai sistem dalam suatu negara dan dengungan hak asasi manusia menjadi alasan kuat masyrakat melakukan urbanisasi, mereka (pendatang) tidak canggung mencari kehidupan di kota orang, yang sama-sama satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa.

Dengan itu juga, sebagai kesempatan emas bagi pemuda yang ingin mengadu nasib, di tempat orang lain. Ada yang menyibukkan diri dengan berkarir ada pula yang terjun di dunia pendidikan( melanjutkan study) sebagai ajang memperdalam pengetahuan agar benar-benar menjadi generasi muda yang handal untuk pembangunan bangsa.

Kesempatan mengembangkan diri lebih menjamin jika di perkotaan. Sebab di daerah asal sangat tidak memungkinkan dan tidak menjamin kesejahteraan, tidak adanya lapangan pekerjaan yang memadai dan lembaga pendidikan yang handal, sehingga pertumbuhan di daerah asal tidak stabil dan memperlambat pertumbuhan Sumber Daya Manusia.

Ada beberapa poin yang harus dimiliki dalam diri pemuda:

1. Berpengetahuan yang luas
artinya, seorang pemuda tidak hanya mengetahui satu bidang ilmu, yang mengakibatkan pemuda mudah menjustice "salah" orang yang tidak sefaham dalam pemikiran, melainkan mampu mamahami dinamika hidup dari berbagai ilmu pengetahuan, sosial, budaya, ekonomi, politik dan agama.
2. Memberikan kontribusi terhadap pembangunan kota, mengmbangkan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi kebutuhan primer untuk kelangsungan tatanan, dan memberdayakan orang-orang potensial di sekitarnya. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat, mengetahui masyarakat yang tertinggal baik pendidikan ataupun kesehatan.
3. Kreatif dan produktif, bagi kaum muda ide atau solusi adalah ruh bagi aktivitas kehidupan. untuk kelangsungan tatanan, kemajuan, dan keindahan kota menjadi sorotan utama bagi publik.

Pemuda pemudi yang basiknya desa, enggan berkarir di Kota sendiri, lebih memilih jadi babu di tempat orang lain, fakta membuktikan setiap kali prosesi lebaran tiba sluruh warga berbondong-bondong mudik ke kampung halaman.

Alasannya kehidupan di kampung sudah dialamii, dan dirasakan keadaannya, minimnya perhatian pemerintah, terbatasnya tempat wisata dan pusat perbelanjaan mengakibatkan bosan bagi masyarakatnya (pemuda), kota yang menjadi harapan kaum muda untuk mengembangkan potensi hanya menjadi harapan, yang senantiasa setiap panggilan suci dikumandagkan, tangan tengadahkan sambil lalu berharap agar menjadi kota makmur damai sentosa.

Hal itu tidak mungkin dicapai tanpa ada rasa kepedulian dari masyarakat, terlebih lagi tokoh birokrasi pemerintah setempat.

Upaya untuk memakmurkan kota tidak menjadi bahan pertimbangan karena disibukkan dengan memperkaya diri, tanpa memikrkan nasib rakyat, yang setiap saat menjadi panutan dan harapan seluruh lapisan, nyatanya hanyalah dibuat permainan. imbasnya sedikit masyarakat yang percaya degan titahnya, akibatnya pemuda-pemudanya enggan untuk menghidupkan lingkungannya sendiri.
Keadaan kota yang suasananya ramai segala pusat perbelanjaan memadai, tempat-tempat wisata diperioritaskan oleh pemerintah, mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat, sehingga pendatang lambat laun mengetahui pesona alam kota.

*Penulis adalah Presiden Mahasiswa Tasywirul Afkar Surabaya 
(Kontributor Mahasiswa Bergerak) 

CARA MUDAH UPDATE POSTINGAN:

0 Response to "MINIMNYA PERHATIAN PEMERINTAH KEPADA RAKYATNYA(KAUM MUDA)."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel