Andai Si Bung Rhoma Jadi "Orator"
September 19, 2017
Add Comment
Oleh: Siddiqurrohman Abad Arz
Bung Rhoma terhitung sebagai salah satu penghibur yang paling sukses dalam mengumpulkan massa, hingga dijuluki sebagai "Raja Dangdut" . Rhoma Irama bukan hanya tampil di dalam negeri berbagai luar negeri dengan jumlah penonton yang hampir sama ketika ia tampil di Indonesia. Sering dalam konser Rhoma Irama, penonton jatuh pingsan akibat berdesakan. Orang menyebut musik Rhoma adalah musik dangdut, sementara ia sendiri lebih suka bila musiknya disebut sebagai irama Melayu.
Menurut Achmad Albar, penyanyi rock Indonesia, "Rhoma pionir. Pintar mengawinkan orkes Melayu dengan rock". Tetapi jika kita amati ternyata bukan hanya rock yang dipadu oleh Rhoma Irama tetapi musik pop, India, dan orkestra juga. inilah yang menyebabkan setiap lagu Rhoma memiiki cita rasa yang berbeda.
Bagi para penyanyi dangdut si bung Rhoma mewakili semua suasana ada nuansa agama, cinta remaja, cinta kepada orang tua, kepada bangsa, kritik sosial, dan lain-lain. "Mustahil mengadakan panggung dangdut tanpa menampilkan lagu Bang Rhoma, karena semua menyukai lagu Rhoma," begitu tanggapan beberapa penyanyi dangdut dalam suatu acara TV.
Rhoma juga sukses di dunia film, setidaknya secara komersial. Data PT Perfin menyebutkan, hampir semua film Rhoma selalu laku. Bahkan sebelum sebuah film selesai diproses, orang sudah membelinya. Satria Bergitar, misalnya. Film yang dibuat dengan biaya Rp 750 juta ini, ketika belum rampung sudah memperoleh pialang Rp 400 juta. Tetapi, "Rhoma tidak pernah makan dari uang film. Ia hidup dari uang kaset," kata Benny Muharam, kakak Rhoma, yang jadi produser PT Rhoma Film. Hasil film tersebut antara lain disumbangkan untuk masjid, yatim piatu, kegiatan remaja, dan perbaikan kampung.
Si Bung, sempat kuliah di UNTAG Jakarta, tetapi tidak menyelesaikannya. "Ternyata belajar di luar lebih asyik dan menantang," katanya suatu saat. Ia sendiri mengatakan bahwa ia banyak menjadi rujukan penelitian ada kurang lebih 7 skripsi tentang musiknya telah dihasilkan. Selain itu, peneliti asing juga kerap menjadikannya sebagai objek penelitian seperti William H. Frederick, doktor sosiologi Universitas Ohio, AS yang meneliti tentang kekuatan popularitas serta pengaruh Rhoma Irama pada masyarakat.
Pada bulan Februari 2005, dia memperoleh gelar doktor honoris causa dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut.
Sebagai musisi, pencipta lagu, dan bintang layar lebar, Rhoma selama kariernya, seperti yang diungkapkan, telah menciptakan kurang lebih 1000 buah lagu dan bermain di lebih 20 film.
Sudah dulu bahas si Bung dengan seabrek prestasi yang menggiyurkan itu. Saya ingin mengumpulkan beberapa point penting yang di dapati beliaunya, sehingga bisa pas kiranya kalau beliau juga menjadi si "Raja Orasi".
Periodisasi, Di masa si bung sudah eksis di tahun tujuh puluhan berarti umurnya beliau sekirar 24-25 dari tahun kelahirannya 1946. dengan begitu terbilang sebagai Mahasiswa atau pemuda yang masih kental dilingkungan aktivisnya. Entah kenapa dulu si bung tidak belajar orasi atau berkumpul dengan organisasinya temen temen aktivis. Saya yakin, sekuat rezimnya para paguasa dizaman itu akan roboh dalam waktu singkat.
Tematik Pengetahuan, hari ini hampir gagasan dan seruan kemanusiaan, keislaman, keindonesiaan, Kebudayaan, Tekno-Informasi, dan berbagai disiplin pengetahuan lainnya. Luluh lantah dengan genjotan kepentingan penguasa, persoalan berantai tak terselesaikan dan sederet kepungan informasi yang menyekat hal diatas. Seandainya, semua disampaikan dalam orasi si bung saya yakin banyak kalangan dan elemen bangsa akan bisa mengkomsumsi dengan lahap sambil tenang sedikit bergoyang.
Popularitas, siapa yang tidak mengakui raja dangdut ini bisa bertahan lama popularitasnya di peradaban bangsa? Karena tidak ditimbun oleh lawan politik manapun, meskipun kemaren mendengar infomasi telah mencoba membuat tangga politik di indonesia tapi Alhamdulillah puji syujur tidak bisa lanjut dan dilanjutkan. Si bung telah mendapat bisikan suci dari guru dan para ulama di negeri ini. Usul saya jadi orator saja bung, biar para orang orang sok politikus itu minggir dan pulang kekampungnya, investor asing bilang gulung lapak kepentingan bisnisnya kenegaranya masing. Karena orasi si bung akan menggerakan kekuatan massa berbagai kalangan.
Sudah dulu sementara untuk poin poinnya, biaa dilanjut lain waktu. Saya mau lanjutkan ngopi dulu ya bung.
Surabaya, 19-09-2017
*Penulis adalah Mahasiswa UPN Surabaya
(Kontributor Mahasiswa Bergerak)
Sudah dulu bahas si Bung dengan seabrek prestasi yang menggiyurkan itu. Saya ingin mengumpulkan beberapa point penting yang di dapati beliaunya, sehingga bisa pas kiranya kalau beliau juga menjadi si "Raja Orasi".
Periodisasi, Di masa si bung sudah eksis di tahun tujuh puluhan berarti umurnya beliau sekirar 24-25 dari tahun kelahirannya 1946. dengan begitu terbilang sebagai Mahasiswa atau pemuda yang masih kental dilingkungan aktivisnya. Entah kenapa dulu si bung tidak belajar orasi atau berkumpul dengan organisasinya temen temen aktivis. Saya yakin, sekuat rezimnya para paguasa dizaman itu akan roboh dalam waktu singkat.
Tematik Pengetahuan, hari ini hampir gagasan dan seruan kemanusiaan, keislaman, keindonesiaan, Kebudayaan, Tekno-Informasi, dan berbagai disiplin pengetahuan lainnya. Luluh lantah dengan genjotan kepentingan penguasa, persoalan berantai tak terselesaikan dan sederet kepungan informasi yang menyekat hal diatas. Seandainya, semua disampaikan dalam orasi si bung saya yakin banyak kalangan dan elemen bangsa akan bisa mengkomsumsi dengan lahap sambil tenang sedikit bergoyang.
Popularitas, siapa yang tidak mengakui raja dangdut ini bisa bertahan lama popularitasnya di peradaban bangsa? Karena tidak ditimbun oleh lawan politik manapun, meskipun kemaren mendengar infomasi telah mencoba membuat tangga politik di indonesia tapi Alhamdulillah puji syujur tidak bisa lanjut dan dilanjutkan. Si bung telah mendapat bisikan suci dari guru dan para ulama di negeri ini. Usul saya jadi orator saja bung, biar para orang orang sok politikus itu minggir dan pulang kekampungnya, investor asing bilang gulung lapak kepentingan bisnisnya kenegaranya masing. Karena orasi si bung akan menggerakan kekuatan massa berbagai kalangan.
Sudah dulu sementara untuk poin poinnya, biaa dilanjut lain waktu. Saya mau lanjutkan ngopi dulu ya bung.
Surabaya, 19-09-2017
*Penulis adalah Mahasiswa UPN Surabaya
(Kontributor Mahasiswa Bergerak)

0 Response to "Andai Si Bung Rhoma Jadi "Orator" "
Post a Comment