-->

AUTENTIK PEMIMPIN DALAM ORGANISASI


Oleh: Aziz maulana el abror

  Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada partner dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukannya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang, Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari perannya memberikan pengajaran/instruksi.

Pemimpin ialah seseorang yang diberi amanah untuk mengatur regulasi organisasi, penggerak, pembimbing bagi bawahannya sesuai dengan jobdesc yang diemban, dalam suatu kelompok ataupun komunitas, adanya normalisasi gerakan dalam mengejahwantahkan nilai-nilai persatuan mnjadi tolok ukur berjalannya roda organisasi,
Kontalasi dalam kehidupan suatu hal yang lumrah, sebagai controling bagi individu maupun kelompok untuk mengukur keadaan yang komplek dengan problematika hidup, hal itu pula sebagai seleksi alam.

 Tentu hal itu sudah jelas dalam aturan agama maupun aturan negara tertananmnya rasa toleransi pada suatu kaum, perbedaan pendapat dan pandangan dalam menentukan aturan menjadi suatu kesatuan berlangsungnya keorganisasian yang kukuh dan berkualitas.
Ada beberapa hal yang harus dimiliki seorang pemimpin ialah melakukan
Koordinasi  ialah sikap seorang pemimpin yang mampu mengayomi setiap bawahannya, mampu memecahkan segala permasalahan yang terjadi di internal organisasi dan memperkuat keyakinan berorganisasi serta memperjelas arah dan tujuan bersama.

Berfikir jauh kedepan untuk menentukan arah organisasi pemimpin seyogjianya mempunyai planing program yang jelas dan efisien dalam penerapan yang mencakup seluruh lapisan anggota, untuk itu orientasi keluar (out putnya) menjadi suatu yang sangat vital dalam menciptakan kualitas organisasi yang unggul dan mampu bersaing di kehidupan bermasyarakat.

Mempunyai mindset  inovatif  hal ini pemimpin dapat menilai bawahannya yang komplek latar belakangnya, itu bisa tercapai bagi pemimpin yang tingkat intelektualnya yang dalam, pengalaman yang luas dan strategi yang dapat mengatasi dan mengalihkan perhatian ketika timbul problem dalam organisasi,
Dengan tingkat pengetahuan dan wawasan yang luas mampu mengkorelasikan problematika hidup dengan seleksi alam, menjadikannya pribadi yang lebih kokoh dalam menjalankan tugas keorganisasian.

segala informasi yang d dapat mampu difilter dengan baik sesuai dengan kapasitas keilmuan yang dimiliki.
Apabila seseorang berada di posisi strategis dalam organisasi seringkali mendapat tekanan dan hujatan yang dapat menggoyahka komitmen, ibarat pepohanan semakin tinggi menjulang dan rindangnya dedaunan semakin besar pula angin yang menerjang.

Namu Walaupun kritikan dan teguran silih berganti aktivis berdiri kokoh di atas bumi dimana kaki dipijakkan pada pendirian yang di yakini.
 Pengadopsian sistem dan manajement adalah transformasi taktis untuk merubah suatu tatanan yang lebin terjamin, hal ini sering menjadi buah bibir dikalangan masyarakat mengenai sistem yang diterapkan dengan dalih "tidak merata".
Kebijakan berdasarkan musawarah mufakat antar anggota jauh lebih evisien ketika diterapkan. berbeda dengan adopsi kebijakan sebab secara tidak langsung maratabat seorang pemimpin hanyalah terletak pada seseorang, internalisasi tujuan pada suatu organ lebih penting daripada spekulasi iming-iming kemajuan.

Dalam suatu golongan atau kelompok sering terjadi pergeseran nilai-nilai persatuan disebabkan oleh ambisius yang berlebihan pada diri anggota, sehingga terjadilah suatu hal yang tidak diinginkan, misal perpecahan karena perbedaan pola pandang, pola berfikir dan pola gerakan.
Mengedepankan kepentingan pribadi yang dapat mensinyalir adanya jargon-jargon tertentu bagi diri organ kelompok ataupun organisasi, dengan itu regulasi akan terhambat dan cita-cita bersama akan tabu bahkan hilang tanpa bekas.

Seseorang tidak akan selamanya berada di posisi tinggi dengan berasumsi bahwa hasil yang ia capai  adalah jerih payahnya sendiri, pemimpin yang berdiri kokoh dengan wawasan yang dimiliki mampu menepis keyakinan-keyakinan yang bersifat interfensi untuk membawa organisasi bersama-sama bawahannya menuju kearah yang lebih baik.

*Penulis adalah Presiden Mahasiswa STIA Tasywirul Afkar. 

CARA MUDAH UPDATE POSTINGAN:

0 Response to "AUTENTIK PEMIMPIN DALAM ORGANISASI"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel