Santri Generasi Pancasialis
October 22, 2017
Add Comment
Oleh : Abd. Rohim*
Pondok pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan islam yang didirikan oleh kyai guna mewadahi para pelajar dalam mendalami ilmu agama yaitu yang biasa dipanggil santri.
Pondok pesantren dan santri adalah sebuah nama yang tidak asing lagi di negara ini yang mayoritas penduduknya muslim, pondok pesantren dan santri merupakan sesuatu yang lahir dan dilahirkan oleh para kyai jauh sebelum bangsa ini merdeka.
Sperti tiga pondok pesantren di Madura ini:
Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura. Didirikan oleh Kiai Itsbat pada tahun 1787 M.
Pondok Pesantren Miftahul Ulum Pondok Pesantren Syaichona Cholil Bangkalan Madura. Didirikan oleh Syaichona Muhammad Kholil pada tahun 1861 M. Panyeppen, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur. Didirikan oleh KH. Nasruddin bin Itsbat pada tahun 1827 M. DutaIslam.com
Dengan demikian kyai dan santrinya memiliki peranan dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini sehingga lahirlah sebuah negara kesatuan republik indonesia yang berasaskan pancasila sebagai falsafah dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi penduduknya.
Jauh dari pada itu, terbentuknya sebuah ideologi negara indonesia juga tidak luput dari peranan para kyai dalam merumuskan pancasila yang tidak hanya dapat diterima oleh penduduk negara indonesia yang muslim melainkan juga dapat diterima oleh penduduknya yang non muslim. Diantara para perumus pancasila yang terdiri dari kyai adalah K.H. Agus Salim dan K.H. Wahid Hasyim.
Secara sudut pandang islam, pancasila merupakan rumusan ideologi yang memiliki esensi sebuah nilai-nilai yang diajarkan sesuai dengan sumber agama islam yaitu ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan perwakilan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
pancasila secara spontan telah dipelajari oleh para santri di berbagai pondok pesantren dengan pemahaman ilmu agama yang matang dan seorang santri akan paham betul bahwa pancasila adalah hasil perasan dari nilai-nilai alquran.
Dengan pegangan Hubbul Wathon Minal Iman (cinta tanah air adalah sebagian dari iman) para kiai dan santrinya dengan kokoh memperjuangkan kemerdekaan dan disertai semangat membara dalam setiap mujahidnya.
Pasca prolamasi, kita juga tahu pada tanggal 21-22 Oktober 1945 terdapat seruan Nasionalisme dari PBNU yaitu K.H. Hasyim Asy'ari mengeluarkan fatwa Reaolusi Jihad, PBNU mengumpulkan semua kyai dari Jawa - Madura dalam sikap yang akan diambil terkait masuknya kembali pasukan sekutu dan belanda ke Indonesia. Dari hasil pertemuan tersebut Ketua PBNU K.H. Hasyim Asy'ari memberikan fatwa fardlu ain bagi umat islam dalam memerangi orang kafir/penjajah yang menghalangi kemerdekaan Indonesia.
Serempak mendapati informasi fatwa tersebut, para warga nahdliyyin baik dari kalangan kiai maupun santrinya menyambut seruan dengan didirikannya benteng kekuatan perlawanan yang diberi nama pasukan Hisbullah dan pasukan Sabilillah.
Sehingga berbicara tentang pancasila maka santrilah salah satu kaum pemuda yang juga faham esensi nilai-nilai dari pancasila secara mendalam dan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari.
*Penulis adalah Mahasiswa UIM Pamekkasan
#Kontributor Mahasiswa Bergerak

0 Response to "Santri Generasi Pancasialis"
Post a Comment