-->

Revolusi Ngopi PMII




Beberapa jam yang lalu, saya baru selesai ngopi (ngobrol pintar) di dua tempat belajar saya bersama sahabat-sahabat PMII, untuk yang kesekian kalinya hampir sama nama kegiatan dan metodologi belajarnya. Nah, bersamaan dengan keinginan saya menuliskan moment berharga itu terbesit rasa berbeda dalam kantung memori sejarah PMII ini berkiprah selama puluhan tahun kebelakang.

Satu sisi banyak nilai yang terus dirawat dan dipertahankan, sisi yang lain saya temukan ada jarak perubahan yang lambat dengan metodologi yang sama ini atau kurang sentuhan inovasi. Dalam teori kritis yang saya sampaikan tadi itu muncul satu pertanyaan dari peserta yang logis untuk melakukan inovasi, bahwa teori kritis dalam paradigmatik PMII sedikit membatasi anasir seorang PMII untuk melakukan perubahan diberbagai sektor dengan asumsi relevansi pengambilan teori masih cenderung kepada tokoh lama, yang juga terbata bata dalam melangsungkan aplikasi teorinya.

Hari ini, lawan ideolog tentu telah lebih banyak dari sekedar teori kritis Madzhab Frankfut. Hegelian, Kantian, Marxian, Frudian tentu mempunyai masa yang berbeda dalam mentransformatif teoritiknya. Kenapa tidak diperbaharui madzhab paradigmatiknya? Kata seorang sahabat saya peserta PKD UWK.

Tentu saya membenarkan, lalu kemudian mengajak memulai diskursus ulang dalam mencelupkan sebuah teori terkini dan kondisi terkini. Termasuk di materi keislaman yang saya diskusikan dengan sahabat-sahabat kampus unipa, ada pertanyaan menarik dari mereka, kenapa generasi aswaja tidak bermetamorfosa di masyarakat maya dengan metodologi dakwah digitalnya, sedangkan ustad medsos yang tidak jelas faham ajarannya sudah ramai melantunkan suaranya? Katanya. Setelah melewati diskusi juga terkait metodologi memperjuangan aswaja kita siapkan refleksi inovatif untuk menjawab tantangan tersebut, bahwa kita masih sedikit terlambat dan bahkan baru dimulai oleh generasi aswaja milenial sejak kurun waktu dua tahun ini.

Lebih menkrucut diskusi kami di akhir menit yang ditentukan panitia. Kami mencoba memulai dari pembenahan dengan metodologi terkini dan memaksimalkan penyatuan program kerja sesuai renstra Pengurus pusat hari ini, sesuai visi misi struktur organisasi, untuk mempercepat capaian perubahan yang efisien dan tepat sasaran dan mengurangi dikotomi kegiatan yang boros waktu dalam menjawab tantangan nasional dan pengembangan potensi SDM dibidangnya masing-masing.

Sambil waktu berjalan, kita akan terus belajar untuk menjawab tantangan hari ini, semoga kader PMII terus di dampingi semangat para ulama sesuai yang diharapkan bangsa dan negara ini, yaitu pembela bangsa penegak Agama.

Surabaya, 23 April 2018

#mingguini #weekendtime #pkd #mapaba #pmii

CARA MUDAH UPDATE POSTINGAN:

0 Response to "Revolusi Ngopi PMII"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel