-->

HIJRAH: Ayo perang di Internet, kita dampingi Petani.


Oleh: Siddiqurrohman Abad Arz*

Kami hadir memberanikan diri, untuk belajar bersama tentang pertanian yang tak mendapatkan perhatian layak. Teknologi berhak untuk kita miliki laiknya koorporat berdasi yang menyempitkan jalan perkotaan. Pertanian berhak mendapatkan keuntungan dari perkembangan teknologi. 

Sekalipun teknologi dikembangkan oleh bangsa luar lebih dulu, tentu kita tidak boleh mender, menjadi penonton diarena tongkrongan berfasilitas kabel wifi. Marilah kita dekatkan mata kita untuk melihat peluang teknologi yang cocok untuk pertumbuhan Produktifitas Pertanian khususnya. 

Wahai temen-teman anak petani, kabarkan ke orang tua kita bahwa pasar pertanian hari ini memiliki akses luas menjadi pasar dunia.  Letakkan singkong, jagung, beras, cabe, kedelai, sawi, kelapa di pasar dunia itu, hari ini juga. Bagaimana caranya? Kita ambil bagian dalam memanfaatkan arus perkembangan teknologi termutakhir ini. 

Tentu yang kita harapkan dari sentuhan tekonologi terhadap kebutuhan peningkatan pertanian kita. Banyak cara dan beragam pilihan, apalagi yang muda mau membantu tampil menjadi penggeraknya di arena internet marketnya. Tentu akan menakar banyak peluang dan kemudahan dalam memajukan Produktifitas Pertanian kita. Misal beberapa keuntungan yang akan kita dapatkan, kurang lebih seperti berikut ini:

1. Efisiensi. Tidak memerlukan waktu yang lama
2. Hemat biaya. Tidak perlu menyewa sarana prasana fisik untuk kebutuhan bertani dan memasarkan hasil pertanian. 
3. Hemat tenaga. Tidak perlu duduk lama, memcangkul seharian, jaga toko seharian dll. 
4. Harga Aman dari guntingan harga tengkulak. 
5. Konsumen dan pasarnya bisa dijangkau lebih luas, bahkan sedunia. 

Dan berikut ini juga beberapa alat perang kita dipasar global ini yang sudah terbukti ampuh memenangkan pertandingan. Dan kaula muda kita hari ini diindonesia hanya butuh sedikit kreatifitas memoles hingga menjadi senjata lebih canggih dan tak tertandingi kesaktiannya. Secara umum bisa saya gambarkan seperti berikut:

1. Aplikasi dan Website
Ini hal lumrah kita dengar sejak sang empuh menciptakan beberapa tahun silam. Sebagai tempat sharing informasi tentang kebutuhan pertanian kita, mulai dari persiapan lahan, pembenihan, perawatan, hingga mengemas produk untuk mampu dilirik pasar. Tentu cukup membantu bekal keilmuan dan sarana dan prasaran berstandart teknologi terbaik yang kita butuhkan. Contoh merawat lahan, memilih benih berkualitas baik, perawatan tanaman agar tumbuh subur tanpa obat membahayakan, inovasi dan kreativitas pengemasan hasil panen hingga bisa menambah nilai jual dan menarik perhatian pembeli. 

2. Ecommerce
Memasarkan produk lewat peraga online kepihak kedua dengan brand dan toko atas kendali diri sendiri sehingga tidak harus melalu jalur panjang lewat tengkulak. Terwadah lewat sebuah aplikasi sederhana sebagai pemasaran onlinenya. Banyak yang sudah berhasil disini lewat medan latihan di facebook, instagram, blog, whatsapp dll. 

3. Marketplace 
Membangun pasar lewat jejering internet. Pasar berbasis online ini bisa menjadi kesempatan membuka pemasaran produk hasil pertanian lebih luas dan besar. Kita bisa membuka lapak lapak penjual lewat tokonya masing masing untuk menjual langsung kepada pembeli. Sedangkan kita (anak muda petani) membantu dipalayanan dan mencarikan pembeli untuk melirik produk produk dipasar kita. Kita tahu pasar mangga dua disurabaya?, pasae gedangan di sidoarjo?, pasar anom di sumenep? Pasar senen di jakarta? Pasar baru di bandung?, Atau dtc disurabaya?. Nah itu contohnya namun dengan wajah online pasarnya. Jadi untuk membuat pasar besar cukup mudah bukan? Asal kabel internet tidak hanya untuk melacak baju baju eksotis sahrini di instagram. Hehe

Itu dulu mungkin untuk merangkan hasrat dan minat kita dalam duli masa depan pertanian Indonesia. Semoga cukup untuk menjadi bahasan diskusi ke tahap selanjutnya, karena terlalu banyak berhasrat kadang membuat kita lenyap ditempat oleh hasrat lainnya, lagi lagi tentang goyang sahrini misalnya. Hehe

Monggo diseduh kembali kopinya, mumpung tidak hilang aroma dan hangatnya. Salam KOPI KITA! 

*Calon Petani Milenial Digital-Content

CARA MUDAH UPDATE POSTINGAN:

0 Response to "HIJRAH: Ayo perang di Internet, kita dampingi Petani."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel