Munas IKA PMII untuk apa?
July 21, 2018
Add Comment
Pergelaran sedang berlangsung dijakarta (20-22), yaitu musyawarah nasional yang beranggotakan alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII). Wadah IKA PMII sendiri hadir untuk mewajahkan bahwa setiap mahasiswa yang pernah ikut PMII tidak hanya sekedar dituntut berhimpun maka perlu harus terus bergerak. Nah, secara substansial jelas wadah jabat tangan antar alumni itu terus mencoba giat melakukan amanat kemerdekaan dan nilai-nilai ke PMII-an bahwa bangsa dan negara harus diperjuangkan, dan perjuangan belum selesai, begitu biasanya slogan PMII dikumandangkan.
Saat ini, Perbincangan dikalangan anggota PMII dan struktural pengurusnya diberbagai daerah pun muncul beberapa pertanyaan yang berkiblat pada harapan. Salah satunya adalah terkait mendatangkan Presiden yang sedang mempunyai hajat besar mencalonkan diri dipilpres 2019 mendatang, apakah tidak takut PMII akan mudah ditunggangi kepentingan elit politik tertentu lalu organ-organ didalam tubuh PMII menjadi kropos, lemah, dan tunduk pada kekuasaan semata? Katanya.
Saat regulasi musyawarah berjalan apakah akan ada kontestasi ditubuh IKA untuk adu kekuatan massa menjadi irisan kecil-kecil yang terkoyak dalam kondisi lemah melempem oleh tekanan kekuasaan, sedang melihat kondisi alumni sekarang cukup progres diberbagai bidangnya sebagai orang berpengaruh dan ada dipuncak struktural pemerintahan dengan membawa pertanggungjawaban dedikasi dan kontribusi pada kemajuan bangsa dan negara cukup besar, tentu kontestasi tidak untuk mengacaukan perjuangan panjang tersebut bukan? Tanya lagi seorang sahabat, sambil memperlihatkan pemilihan IKA PMII dalam bentuk vote model ecek ecek yang sedang dipromosikan di twitter.
lalu bagaimana dengan beberapa alumni yang cukup progres intelektualitas dan loyalitas mendampingi proses kaderisasi diakar rumput PMII, sedang modal nama belum cukup terkenal dikalangan birokrat publik, ongkos berangkat tak cukup disaku, dan tak mempunyai jabatan penting sebagai orang penting di partai politik, apakah juga mempunyai ruang bebas dalam menyumbangkan gagasan diforum musyawarah tersebut? Lanjut pertanyaan lagi.
Dari sederet pertanyaan tentu kita juga perlu melihat pernyataan beberapa alumni yang pernah menyampaikan diforum-forum PMII, bahwa kehadiran IKA PMII untuk meneruskan perjuangan PMII di lapangan dan medan publik dengan kondisi dan situasi berbeda layaknya cara yang sudah dilakukan oleh anggota aktif dan pengurus aktif PMII. Dari pernyataan tersebut kita diwajibkan untuk yakin dan mensupport penuh bahwa perjuangan para alumni akan teguh memegang nilai idealisme dan ideologisme PMII, meskipun kita juga diharamkan tunduk pada pemakluman yang salah. Saat kita mencermati ada ketimpangan arah konsolidasi dan koordinasi internal IKA dan PMII maka wajib hukumnya untuk kita luruskan dan solidkan kembali, dengan cara kekeluargaan diinternal bukan sok lebay di luar.
Seperti yang disampaikan Bapak Presiden dipembukaan munas IKA PMII kemarin yang senada dengan penyampaian ketua IKA, Ketum PBNU, Mabinnas PMII saat sambutan (semoga saja bukan untuk kampanye), bahwa PMII telah banyak menyumbangkan dedikasi dan pengabaian alumninya pada bangsa dan negara ini, khususnya dengan banyaknya alumni yang menjadi mentri dan kepala daerah di periode pemerintahan Bapak Jokowi. Artinya kita semua sependapat, Peran alumni cukup diperhitungkan kiprahnya pada ruang ruang pengabdian strategis dan variatif kebutuhan bangsa dan negara Indonesia.
Sedang benang merahnya, adalah bahwa kepentingan munas harus jauh dari kepentingan politik praktis pemilu 2019. jika harus ada maka alangkah baiknya diforum alumni yang lain. Sebab, munas adalah forum konsolidasi rumusan strategis peran PMII secara umum pada kepentingan bangsa dan negara diberbagai bidang khususnya generasi muda Indonesia BUKAN hanya bidang politik.
Memantik soal keanggotaan IKA PMII seperti pertanyaan diatas, tentu IKA PMII harus mampu merangkul alumni dari semua latar belakang profesi, daerah, dan kemampuan yang berbeda, pun bukan hanya alumni yang aktif di partai politik tertentu. Agar trobosan-trobosan yang diharapkan mampu hadir berintegritas dari berbagai cara pandang yang objektif dan progresif. Selebihnya, sebagai wadah harmonis dan romantis dalam menikmati nostalgia perKOPIan yang hangat.
Selamat munas IKA PMII 2018, sekses selalu buat PMII dan Indonesia!
Salam,
Siddiqurrohman Abad Arz
Surabaya, 21 Juli 2018

0 Response to "Munas IKA PMII untuk apa? "
Post a Comment