Payung teduh NU
July 28, 2018
Add Comment
NU menaungi, merangkul, dan meneduhkan.
Karena akhlak para kyai, ulama dan SANTRI kita terilhami untuk menimba sikap tawadhuk dalam bersikap, santun dalam berucap, istiqomah dalam melangkah dan sederhana dalam bersosial.
Ela citra menjadi insan Ulul Albab terus mengalir dalam setiap gerak fikir dan rumusan permusyawatan NU. Lalu lalang kondisi becek di daratan tak satupun alfa dalam perhatian mereka, kondisi politik yang mencekam, teror perpecahan, hinggi ombak cacian mereka hadir dengan bijaksana.
Kepadamu NU kami menitipkan harapan.
Harapan masa depan bangsa dan negara berada pada antrian berdesak desakan, karena kami rapuh tanpa kebijaksanaan. Duduk menekuk lutut dihimpitan zaman menjaga tak berdaya, generasi generasi muda dalam kebutaan angka yang menuju petaka akhir zaman.
Apapun yang terjadi diforum wilayah, kami tidak berharap tau karena takut salah menafsirkan dan menjadi gorengan orang tak bertanggungjawab selain ingin viral. Kami menunggu program saja dan doa dari para kyai dan sesepuh disitu sedang doa kami akan terus terpanjat, memohon kelancaran tanpa hambatan.
Indonesia juga menitipkan demokrasi.
Sesaat kami telah meninggalkan pesta demokrasi 2018 dan sedang berlangsung persiapan menjelang kontes demokrasi 2019. Kami akan belajar kepada proses demokrasi yang sedang berlangsung di KONFERWIL seperti tahun tahun berikutnya yang berlangsung dengan arif dan mengesankan.
Semoga terpilih pemimpin terbaik dari banyak orang terbaik.
Alfaqir, Siddiqurrohman Abad Arz.

0 Response to "Payung teduh NU"
Post a Comment