Puisi Ketua Komisariat Airlangga Unair Surabaya
April 27, 2017
Add Comment
Aku dan Kehilangan
Oleh: Ahmad Muhriz
Aku seorang angin yang sedang mencari kesejukankuKulalui pelangi sampai mendung yang seketika menghapusnya
Kujumpai para dewa yang ternyata tak lagi mengenalku
Awan dan guntur yang sedang bercakap cakap di antara mereka, sengaja tak menghiraukan kedatanganku
Aku kehilangan kesejukanku
Inginku kembali ke bumi tapi bunga tak lagi membutuhkanku
Para ratu sedang asik bersenggama dengan rakyatnya yang tak lagi bersahabat denganku
Dedaunan yang dahulu selalu merindukanku
Kini mereka cuma tinggal cerita
Akupun kehilangan sahabatku
Aku ingin mengadu pada layar perahu tapi merekapun sudah lama pergi
Warna-warna dunia kini tak lagi menyala dengan wibawanya
Biru laut kini mendadak jadi menghitam
Kuning padi di ladang pun sudah membuahkan gedung-gedung tinggi
Aku pun kehilangan kesetiaanku
Kegelisahanku sedang kebingungan mencari sandarannya
Aku tak bisa tidur seraya ingin bibirku berucap
Wahai laut, relakah kau serahkan birumu kepada hitam yang tak mengerti persahabatan
Oo padi lupakah kau dengan kuningmu yang menyala-nyala di bumi hijau dahulu
Aku sungguh telah kehilangan kesejukan
Aku ingin kembali memanggil mereka yang telah enyah ditelan congkaknya peradaban
Tapi aku adalah angin yang tak punya apa apa
Aku telah benar-benar kehilangan kesejukan
Jumat 21 april 2017
*Penulis adalah ketua komisariat Airlangga Unair Surabaya

0 Response to "Puisi Ketua Komisariat Airlangga Unair Surabaya"
Post a Comment