-->

Analisis Pro-Kontra Full Day Scholl


Oleh: Abd. Rohim*

Akhir-akhir ini media di hebohkan dengan permendikbud yaitu Full Day School (FDS).
Yang menuai kontrofersial dikalangan ulama, politisi, dan masyarakat.

Secara etimologis, kata Full Day School (FDS), berasal dari bahasa ingris, full mengandung makna penuh, dan day mengandung makna hari. Sedangkan school terjemahan dari kalimat sekolah.

Maka pengertian FDS adalah proses belajar mengajar seharian, mulai pkl 06.30-15.00 wib. Dengan wacana ini menuai pro dan kontra.

Pro : Dengan terealisasinya FDS akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air, namun apakah kualitas pendidikan hanya bisa diperoleh dari penambahan waktu saja?.

Kontra : FDS akan membunuh eksistensi pendidikan madrasah yang telah berdiri sejak lama sebelum lahirnya Indonesia dan menjadi bagian dari perjuangn kemerdekaan. Dewasa ini madrasah menjadi wadah penempa karakter kerelegiusan yang dilaksanakan setelah dluhur. Sehingga FDS sangat mengancam terkuburnya madrasah diniyah, apalagi Pondok-pondok pesantren yang notabene Menekankan pada pendidikan agama sehingga FDS akan mempersulit pondok pesantren dalam merealisasikan kegiatan/program pondok pesantren yang telah menjadi tradisi sejak prakemerdekaan indonesia.

*Aktivis PMII Kampus UIM pamekasan.
(Kontributor Mahasiswa Bergerak) 

CARA MUDAH UPDATE POSTINGAN:

0 Response to "Analisis Pro-Kontra Full Day Scholl"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel