Candaan seputar LITERASI.
September 13, 2017
Add Comment
Saya dan beberapa penikmat kopi bercanda bareng untuk menggeser bahas dunia jurnalistik (berita) ke dunia literasi. Adduh bagaikan diputer goyangannya saskia gotik kepala kita. Sudah tak menemukan solusi untuk menghidupkan dunia literasi ini. Ibarat perusahaan sudah harus tutup usia karena konsumen dan produsennya kehabisan stok nyawa. Bagaimana tidak? Nulis dan mencari penulis opini, esai, resensi, dan sejenis artikel lainnya persentasenya 0.0005% (non tokoh/kontraktor koran nasional) dibanding yang bisa nulis berita, status medsos dan oretan pendek lainnya yang topiknya nunggu isu viral dan sensaional, ya lumayanlah persentasenya 50, 1% (saya masuk diperangkap itu sepertinya).
Apa yang ada difikiran saya? Referensi generasi muda kering kerontang, stok 100 tahun lagi atau 1 tahan mendatang akan gersang. Itu saya menemukan dibeberapa duskusi dan kajian yang saya ikuti, suasana menjadi membosankan, layu dan seperti minum kopi kurang bubuknya, "anyep". Terlalu banyak ungkapan, katanya, menurut saya, menurut pribadi saya dan sejenis obralan kalimat membosankan itu.
Apa sih masalah "berbentuk " yang tampak banyak kita rasakan? Ada yang bilang, karena menulis tidak bisa membuat kita kenyang, membuat kita kaya, membuat kita tidak fokus kerja, mengganggu ngopi, mengganggu kuliah dan ada yang bilang karena tidak membuat kita sukses didunia realitas. Ya ya bisa jadi benar....
Lalu bagaimana ini, untuk menyisakan perhatian kita dalam mengakomodir media literasi berbasis referensi bidang pengetahuan? Celetuk saya. Serempak kita geleng geleng kepala mengikuti alunan musik "muskurane ".. hahaha.
Ya sudah kita mulai dari sekarang sebisanya, usul temen saya satunya.
"Alhamdulillah ". Kompak kita sambil mengusap wajah pesimis yang kecut.
Surabaya, 14-09-2017
![]() |
| FOTO NGOPI DI WARKOP LAMPION MEDAENG |


0 Response to "Candaan seputar LITERASI. "
Post a Comment