-->

"Politik Menangis"


OLEH: ALFAKIR ABD ROHIM FIAMA*

Sebuah negara tentu tidak dapat dipisahkan dari sebuah panggung kekuasaan. Dan kekuasaan adalah salah satu cara yang sangat ampuh mengubah tatanan birokrasi dengan kebijakan-kebijakan.

  Namun kekuasaan tidaklah mudah didapatkan begitu saja, ada beberapa tahap untuk menduduki kursi kekuasaan itu, diantaranya melalui tangga politik.

  Politik. Apa itu politik? Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun non konstitusional, di samping itu dilihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu politik adalah usaha yg ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (Aristoteles).

  Maka politik adalah tumpangan bersama menuju kebaikan bersama dalam satu tujuan, kesejahteraan bersama yg dinahkodai oleh beberapa orang intlektual.

  Namun mirisnya politik bnyak disalah gunakan oleh tikus-tikus berdasi pencuri hak-hak rakyat.
Hal semacam itulah yang membuat politik terkotori dan membentuk mindset masyarakat membentuk sebuah anggapan bahwa politik itu palsu dan munafik.

  Sebelum menjadi pejabat mereka berkampanye dengan menawarkan berbagai program yang dijanjikan.
Namun kenyataannya banyak yg tidak terealisasikan setelah mereka menjabat bahkan ada yg korup.

  Hal itu yang membuat mayoritas masyarakat lebih-lebih warga primitif beranggapan bahwa politik itu munafik dengan alasan karena ada beberapa orang yg mengotori politik.

  Bahkan tidak sengaja waktu nongkrong di sebuah cafe perpus saya menemukan buku yg berjudul Politik Harapan Palsu (PHP) sekitika saya kaget secara spontan merasa tak setuju dengan buku itu, setelah saya baca di dalamnya menjelaskan bahwa.

  Politik dijadikan tempat janji semata dan dusta.
Saya sebenarnya setuju dengan apa yg dijelaskan di dalam buku itu setelah saya lebih jauh membaca tentang isinya.

  Namun saya masih tak sependapat bahkan sangat tidak sependapat dengan judul buku itu "Politik Harapan Palsu" (PHP). Melihat judulnya buku ini sekan menjastis bahwa politik itu palsu dan merendahkan politik.

  Menurut Saya politik itu suci hanya saja pengisi politik itulah ada beberapa yang berdusta lewat politik dan kursi kekuasaannya.
Hal-hal kotor semacam itulah yang melahirkan masyarakat fhobia, apatis dan benci pada politik.

  Padahal nabi muhammad saja berpolitik, karena mustahil negara tanpa politik. Lihat bagaimana nabi kita sukses menjalamkan visi misinya dan berhasil melakukan ekspansi besar-besaran.

  Maka dg politikpun kita bisa bersyiar dan jika ditanya apakah politike berkenaan dg ibadah ? Tentuu politik dapat dijadikan ladang ibadah dg disesuaikan pada ril-ril agama.. sebagaimana Rasul bersabda "sebaik-baiknya manusia adalah orang bermanfaat bagi manusia lain" sesuai dengan definisi politik, maka berpolitik adalah bagian dari ibadah.
dan politik dan agamapun tdk dapat dipisahkan dg politik laksana Gula dg manisnya (KH. ABDUL WAHAB CHASBULLAH).

  Jadi politik adalah kendaraan menuju kesejahteraan yang di nahkodai oleh orang-orang intelektual. Toh nanti jika ada beberapa oknum yang mengotori politik, bukanlah politik yang salah namun mereka oknum-oknum pencuri yg menyalah gunakan politik.

*Penulis adalah Aktivis PMII UIM Pamekkasan.

CARA MUDAH UPDATE POSTINGAN:

0 Response to ""Politik Menangis""

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel