-->

SURAT DARI PERANTAU: Bapak Presiden disulap menjadi santri disumenep.


Oleh: Siddiqurrohman abad arz*
Bapak Presiden..
Kota kecil ini, adalah seluk pati besar kepribadian bangsa dan negara Indonesia.
Apakah benar? Bertanyalah kepada sejarah, ratusan tahun yang lalu.
Rumus sejarah itu yang menjadikan Indonesia saat ini Bapak, kesaktian dan peradabannya hadir dari rentetan manuskrip panjang. 

Bapak Presiden... 
Indonesia lahir dari semangat spiritual dan budaya yang dibangun sejak dulu, bersyukur sekali saya mendengar Bapak datang ke sumenep. Semoga mendapatkan bisikan dari dua sari pati Indonesia itu, untuk bisa menyelesaikan beragam persoalan dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa dan negara ini. 
Setelah saya dengar bahwa Bapak mampir ke dua pondok pesantren yang ada di sumenep, yang salah pondok itu adalah yang diasuh oleh guru saya tempat nyantri dulu di Alkarimiyyah yaitu Bupati sumenep yang sedang menjabat, duhai senangnya hati ini. Semoga jimat spirirual bangsa bisa Bapak dapatkan dari kyai-kyai NU Sumenep selama nyantri disana meskipun hanya sekejab waktu. 

Bapak Presiden.. 
Setelah ke pondok pesantren, saya ingin sekali Bapak ke sebuah tempat bersejarah lainnya, yaitu tempat yang menjadi dapur bara semangat yang dibangun oleh budaya lokal. Disana ada musium kraton dan pemakaman para raja yang pernah dipimpin oleh se orang Raja kharismatik ber adidaya dimasa itu, sekaligus beliaulah yang menjadi salah satu orang berpengaruh untuk berdirinya kerjaan Majapahit salah satunya dan beberapa kerajaan ditanah jawa lainnya, dialah Pangeran Arya Wira Raja. Datangilah Bapak bangsaku, mintalah bisikan bagaimana dahulu negara ini bisa kuat rekat tanpa sekat oleh kekuatan budaya lokalnya. Jika Bapak ingin berkenalan dengan pemilik kuda terbang yang dipajang di logo kabupaten sumenep, dialah pendekar muda sakti mandraguna yang berperawakan tampan seperti titisan yusuf-Nya, bernama Raden Joko tole yang disemayamkan di desa lanjuk kecamatan manding.

Bapak Presiden
Kedatangan Bapak di kota kecil itu disambut oleh banyak orang, ada yang ingin mencium tangan Bapak dan ada yang ingin memotong sesuatu menggunakan tangan Bapak. Bapak harus hati-hati karena di balik kearifan kota cantik itu tersimpan jutaan kekayaan alam yang sering menjadi rebutan investor asing dan orang-orang pesing. Belajarlah berdrama kepada tokoh-tokoh seniman sumenep Bapak, agar bisa lebih jago berakting dengan orang orang yang tidak bertanggung jawab itu. Karena 120 lebih pulau yang dimiliki sumenep akan mereka beli dengan tidak bertanggung jawab. Kalau bisa kapan-kapan saja Bapak ke pulau-pulau cantiknya sumenep, Bapak dengan beberapa orang saja, biar bisa menikmati aura keperawanan pasir putih dengan penuh khikmad. 

Bapak Presiden
Mohon maaf atas segala kelancangan kata dan kalimat ini. Saya hanya ingin Bapak disitu bisa membawa oleh-oleh untuk memperbaiki Indonesia. Semoga Bapak sehat selalu dan juga selalu dalam hidayah Allah SWT. 

Surabaya, 08 oktober 2017

*Mahasiswa UPN Surabaya sekaligus nyanti di PMII Surabaya. 

CARA MUDAH UPDATE POSTINGAN:

0 Response to "SURAT DARI PERANTAU: Bapak Presiden disulap menjadi santri disumenep. "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel