Sumenep hari ini dan hari mendatang.
February 22, 2018
Add Comment
Sumenep sebagai daerah pemerintahan mulai dipimpin oleh seorang Adipati pada abad ke-13, dengan ditugaskannya Arya Wiraraja oleh Kertanegara, Raja Singasari kala itu, untuk menjadi Adipati di Sumenep. Pelantikan Arya Wiraraja sebagai Adipati merupakan titik awal berlangsungnya sistem pemerintahan di Sumenep, yang sebelumnya Pulau Madura hanya diperintah oleh seorang yang berpangkat Akuwu yang namanya tak pernah tercatat dalam sejarah.
Pemindahan Arya Wiraraja ke Sumenep sebagai Adipati disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat antara Kertanegara dengan Arya Wiraraja menyangkut kebijakan Kertanegara kala itu.
Di dalam Kitab Pararaton, mencantumkan kata Songennep untuk menyebutkan wilayah Sumenep, sehingga Songennep merupakan nama paling awal untuk Sumenep. Sebutan kata Songennep lebih sesuai dengan logat Madura yang lebih banyak mempergunakan kata “O” ketimbang kata “U”.
Secara etimologi, Songennep berasal dari bahasa Kawi yang terdiri dari kata song dan ennep. Song artinya relung, dan ennep berarti mengendap. Jadi, Songennep diartikan sebagai lembah bekas endapan yang tenang.
Perubahan nama dari Songennep menjadi Sumenep terjadi sekitar abad ke-18 pada saat pemerintah Hindia Belanda, karena bagi bangsa Belanda, lafal U lebih mudah diucapkan daripada lafal O.
Sumenep lahir sejarah panjang tentang sebuah peradaban dan kebudayaan Indonesia. Dari berbagai sumber sumenep kian menjadi tempat persinggahan raja dan rakyatnya dari berbagai daerah di Indonesia, tak heran nama sumenep selalu ada dalam kitab sejarah dikerajaan nusantara maupun mancanegara. Namun secara singkat penulis berpendapat akulturasi budaya banyak didapat dari bangsa timur tengah tanpa menafikan bangsa yang lain karena dinilai hanya sedikit pengaruhnya. Karena demikian menjadikan sumenep lebih dikenal dengan "Kota Religius" selain kota kebudayaan yang dilekatkan kepada namanya.
Konon sumenep mempunyai daya pikat luar biasa dalam kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, data dari peneliti pun hampir satu suara sehingga tak heran perdebatan soal investor asing tak pernah selesai dengan masayarakat lokal sumenep. Kabupaten yang memiliki 126 sekaligus memang sulit dibayangkan sehingga terhitung memiliki luas wilayah 2.093,45 km² dan populasi 1.041.915 jiwa. Dan lagi secara usia cukup terbilang tua sedari 31 Oktober 1269 silam kota ini resmi dilahirkannya.
Sebagian pini sepuh sumenep berasumsi bahwa kota kecil ini akan menjadi kekuatan terakhir Indonesia dalam memberi benteng kepada Indonesia tercinta, entah tafsir seperti apa, karena bukan fakta hanya esok yang akan nyata bukan?
Untuk masyarakat sumenep dan Indonesia pada umumnya, marilah kita jaga budaya kita yang baik dan mengambil budaya baru yang lebih baik tanpa menghilangkan budaya lokalnya. Selamat kepada kabupaten sumenep. Jaya selalu budaya Indonesia !!!
Siddiqurrohman abad arz
Sumber: Dari wikipedia dan berbagai media online di google
0 Response to "Sumenep hari ini dan hari mendatang."
Post a Comment