-->

DEMOKRASI CUCUNYA SIAPA?



Ada ganjalan pertanyaan dalam benak saya, sedari menyaksikan opini publik dalam membahasakan demokrasi.

Dalam bahasa singkat, demokrasi yang saya kenal adalah kebebasan, bebas sejak berfikir, bebas berpendapat, bebas mencintai, bebas memilih, dipilih, dan bebas untuk mencari berkehidupan yang layak, dalam konteks bernegara kita kenal demokrasi adalah suatu pemerintahan yang membukakan ruang kepada rakyat sebagai pemilik tunggal kedaulatannya, bahasa iklannya, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat Dll. Dalam sejarah perkembangannya, para ahli dan tokoh terlibat dalam memberi definisi, memberi jenis dan macam-macam demokrasi.

Dewasa ini, saya justru susah menentukan pilihan hati terhadap jenis demokrasi yang sedang berlangsung di sekitar kita, buram dan tak terkendali, singkatnya kok ya lebih banyak modarotnya.

Dalam demokrasi berpendapat misalnya kita kenal "Free Market Idea", Menjadi alat saling menjatuhkan, mencemooh, ungkapan nyinyir, Menebar kebencian yang akut, Menelanjangi kehormatan dan kewibawaan personal, dan itu menjadi jadi di era media sosial yang mengaga lepas dan bebas. Siapa yang bisa menghentikan kebebasan naif ini?. Di ranah sosial ekonomi misalnya, Kapitalisme menjadi sangat licin berjaya untuk menguasi pasar dan struktur sosial dengan dalih kebebasan, iya bebas menjadi kaya raya bagi yang kuat, bebas menjadi miskin bagi yang lemah. Pemodal sangat diuntungkan untuk mengatur ekonomi dan struktur sosial rakyat, apalagi kita tak bisa menahan para investor asing menjadi raja pasar karena bebas bukan?

Dalam kontek bernegara dan beragama, tambah tidak karuan. Pasalnya topeng kedua pemuka dalam hal ini sulit terdeteksi dengan dalih janji, retorika dan keyakinan. Siapa yang bisa mengatur kekuatan struktur dan kekuatan kultur ini? Berkuasa di atas segalanya mudah, karena hukum dan ajarannya bisa diciptakan dan dikemas langsung oleh pemerintah dan pemuka agama bukan?

Teman ngopi saya bilang, Demokrasi itu cucu dari Kapitalisme sedang bapaknya adalah Sekulerisme dibidang Agama.

Entah kebenarannya masih dalam pencarian saya sampai saat ini, karena ini hanya sempalan dari diskusi kecil diwarung kopi.

Selamat malam para jomblo? Demokrasi dalam perasaan itu berat, jangan!

CARA MUDAH UPDATE POSTINGAN:

0 Response to "DEMOKRASI CUCUNYA SIAPA?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel