-->

Sejuta nama untuk satu hikmah Graha PMII Surabaya

"Indahnya aku malam ini
Sejenak tuk mengenalmu

Aku t'lah lama menunggu
Tuk esok kita bertemu"

...................................................
...................................................

Ingin sekali kuurai sejagad kebahagiaan hari ini. Dengan setiap kata mengalir pujian syukur kepada sang maha pencipta hari dan seorang diri yang fanak ini. 

Peresmian kantor "Graha PMII Surabaya" memperkenalkan sejuta hikmah. Acara yang berlangsung hikmad, adem, bersemangat ala PMII tersaji oleh kerinduan para penerus perjuangannya. Tentu bukan hanya soal tausyiah berenergi yang disampaikan oleh sesepuh PMII Surabaya (KH. Muslimin), Juga Pidato hiroik bertega yang renyah didengar dari Cak Thoriq (Ketua Alumni PMII Surabaya), Doa bersama yang haru dengan isak tangis yang dipimpin Doktor Suis, dan juga bukan sekedar karena kedatangan tamu pejabat tinggi dari Kapolres, Dandim, Kasat intel, Dosen, Alumni, dan Mahasiswa (kader). Ini tentang memori lama yang terunggah oleh keakraban dan kesantunan dengan bingkai tawa, tak jauh beda dengan canda tawa dekil di warung kopi.

Ketika semua berdoa penuh harap agar Graha ini bisa jadi pabrik handal melebihi rakitan orang jepang, mencetak generasi unggul dan berprestasi dimasa depan. Abah Muslimin, sapaan akrabnya. Berpesan agar kita semua (kader PMII) harus bisa mengedepankan penghargaan terhadap prestasi pribadi, bukan sekedar prestasi jabatan dan kedudukan yang sempit. Berbuat untuk orang lain tidak perlu menunggu menjadi pejabat tinggi, legal formal kekuasaan, kita semua harus bisa berbuat oleh setiap individu dengan kemampuan masing-masing dibidangnya, prestasi individu sebagai kader PMII cukup besar peranannya. Begitu kira-kira pesan singkat beliau yang berhasil membuat audiens hanyut berfikir keras dan cepat menyadari prestasi pribadinya.

Ada cerita singkat beliau yang tak bisa saya lupakan meskipun saat saya mendengarkannya tak hentinya tertawa kencang. Dahulu, saat beliau mengawali statusnya menjadi PNS sempat membuat adegan heboh seisi kantor DEPAG, pasalnya saat harus melalui tes untuk meraih PNS abah tidak mau di tes. "Maaf Bapak, peraturannya harus melalui tes terlebih dahulu untuk lolos menjadi PNS" Papar pegawai depag.

"Saya datang kesini itu karena sudah mampu dan pantes menjadi PNS dengan beberapa prestasi pribadi saya, sampean meragukan saya mas? Hehe" Tegas Abah muslimin sembari menceritakan capaian prestasi dan keahliannya, tentu dengan penyampaian jenaka ala abah yang juga jago berkomedi itu. 

Menurut Abah kehadiran tes itu meragugan kemampuan seseorang, padahal yang menilai orang biasa yang bisa jadi jabatannya hanya formalitas dan yang penting juga bisa punya peluang menjadi ruang gelap suap menyuap sesuai fakta hari ini. Usai menyampaikan seperti itu abah langsung pulang dan tak lama kemudian hanya selang beberapa hari beliau dipanggil untuk mengambil sertifikat PNS nya. Alhamdulillah

Lain dengan Cak Thoriq, alumni PMII Surabaya ini yang sukses menata karirnya di birokasi dan politik sempat melontarkan kisah jenaka pula, kabar terbarunya beliau sedang mempersiapkan diri memenuhi panggilan rakyat untuk calon Bupati Lumajang. Seusai menengok ruas-ruas bangunan Graha sampai tak luput juga lihat kamar mandi yang menyimpan banyak kenangan saat menjadi pengurus cabang katanya. 

"Kakak senior saya dulu di PMII itu adalah salah satunya cak suis yang ada dihadapan saya ini, beliau sering menyuruh saya membaca buku dengan banyak disiplin pengetahuan sehabis itu didiskusikan bareng-bareng dengan banyak orang kadang dengan 4 orang saja tetap jalan, selesai buku Marx, dikasik buku filsafat, pendidikan dan macem-macem. Anehnya saat saya tanya kenapa saya disuruh baca buku ini itu padahal saya jurusan sastra arab di uin surabaya, jawaban beliau hanya biar pintar". Cak suis yang mendengarkannya tertawa kencang melebihi audiens yang lain.

"Tapi itu nyata saat saya diberikan jalan lain oleh Allah untuk terjun di pemerintahan. Saat ditunjuk menjadi anggota DPR dikomisi bidang keuangan yang tak selinier dengan jurusan saya, saya bisa dengan hasil memuaskan hingga diangkat menjadi ketua dikomisi keuangan pada periode berikutnya. Ketahuilah, itu semua oleh karena saya terbiasa membaca dan ikut sekolah anggaran di PMII, sehingga saat jadi DPR saya baca buku dengan beragam judul tentang keuangan dengan semangat juang tinggi seperti saat disuruh baca senior dan orasi di jalan raya." Papar cak thoriq dengan menyebutkan banyak teori tentang keuangan dan anggaran, sontak tepuk tangan ramai seisi terop.

"Keinginan kuat saya dan Alumni PMII Surabaya untuk membangun kantor Graha yang berdiri dua lantai ini karena saya sadar, dari PMII saya bisa seperti ini dan harus muncul generasi hebat berprestasi melebihi generasi saya dengan ditunjang sarana memadai dan akses jejaring yang luas hari ini. Meskipun khusus kamar mandi saya langsung mesan ke kontraktor pembangunan graha ini agar dibuatkan yang sempit kecil, dan tidak ada bak airnya. Dan saat kontraktor bertanya sedikit bingung bersitegang saya pun bingung bagaimana harus menjelaskan bahwa itu memang sesuai kondisi dan kebutuhan bahwa kader PMII bahwa mandinya semuka, cepat dan suka numpuk cucian karena saking semangatnya belajar dan diskusinya" Suasana tawa semakin lebar terkoneksi dengan suasan keakraban. 

Lama menunggu adzan maghrib pun datang, acara terpaksa dipending untuk sholat dan makan karena Cak Imam (Menteri Pemuda dan Olahraga RI) tak kunjung datang karena masih perjalanan dari acara di kota lain. Tamu undangan dan kader PMII sedang menikmati hidangan, ditengah-tengah itulah grup padus menyanyikan lagu kebanggaan yaitu mars PMII dan mars NU menandakan cak imam nahrawi yang sekaligus pernah menjadi ketua cabang PMII Surabaya datang memasuki arena dikawal oleh banyak alumni, peragai baju kepolisian dan beberapa pengurus cabang. Tak sampai duduk beliau langsung berpose di depan pintu kantor graha didampingi ketua IKA, ketum cabang, ketum korcab yang disediakan lampu pita memanjang untuk dipotong secara simbolis penanda diresmikannya kantor keramat ini. "Bismillahirrohmanirrohim Cekret" Pita pun terpisah diiringa doa hadirin.

Dilanjut penandatanganan prasasti oleh cak imam dan cak thoriq. Kemudian cak imam dan cak thoriq langsung menuju kamar putri (kopri) sebentar langsung ke kamar putra, disitulah tawa dan candaan berlangsung lama karena cak imam sempat berkata "Adduh, pertahankan aroma bau ini ya, karena ini khas aktivis banget". Lemari dibuka, dilihatlah buku-buku, catatan, arsip dan stiker yang menempel tak beraturan di kaca dan kayu lemari seolah sedang menghadirkan kenangan masa lalunya bersama tempat bersejarah ini. Adegan jenaka kembali terulang saat cak imam mengambil megaphone kemudian diperagainya.

"Sahabat-sahabat silahkan berkumpul hari ini kita akan geruduk kantor wali kota surabaya, kuatkan barisan kita menuju kemenangan. Wah wah saya dulu sangat suka dengan senjata ini riq haha" Kamar pun riuh dengan tawa.




CARA MUDAH UPDATE POSTINGAN:

0 Response to "Sejuta nama untuk satu hikmah Graha PMII Surabaya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel