REGENERASI ALA WAKUNCAR MBAH C-M
May 11, 2018
Add Comment
Oleh: Siddiqurrohman abad arz
Ini tentang re generasi kicau menjadi lantunan merdu. Sebut saja lagu lama, yang bisa jadi bagus, namun terkesan kuno tanpa sentuhan kreatifitas baru, padahal dunia kreatif hari ini sedang menuntut kreatifitas untuk bisa sejajar dalam meletakkan keunggulan atau keberhasilan dan seterusnya. Misal, pedangdut lama yang dikenal sebagai diva musik jaipong sebagai ciri khas saat melantunkan lagu dangdut, Mbah Camelia Malik dengan lagu-lagu Hits dizamannya, yaitu Wakuncar, Colak-Colek, dan Rekayasa Cinta. Nah, coba ingat tahun sebelumnya regenerasi dibangun tetap atas pola lama. Sama saja kan? Kaku-kuno.
Urgensi mendasar terletak pada kesadaran seluruh pihak atas-bawah depan-belakang. Kesadaran yang tidak tumbuh karena hampir semuanya terjebak pada konflik perbedaan yang tak berdasar, akhirnya terhalang melihat kenyataan yang dibutuhkan. Dalihnya, kebenaran diperjual belikan dengan proses tawar menawar untung-rugi dari saling menyalahkan dan pewakilan kebenaran. Tuhanpun kalah peran dalam mewakilkan kebenaran pada kitab suci dan rasulnya. Masih mau dirawat? Mau sampai kapan? Sampai benar-benar keteteran jauh, iya?
Kalau iya, Saya no coment. Karena kapasitas mewakili regenerasi pun saya belum mampu, saya hanya ingin mendealektiskan apa yang menjadi gagasan dan harapan dengan para pendekar lapangan yang sesungguhnya. Berharap menemukan jawaban dan perubahan dari kekakuan. Ibarat seorang pemerhati dangdut masih terhalang modal suara serak dan panggung pertunjukan saat ingin menaruh harapan dan komentar terhadap pembabaruan gaya memegang mic dan pilihan baju desain terbaru.
Ya semoga dari harap yang terus bertenaga dengan usaha sedikit demi sedikit, orang ke orang bisa sampai dan terbangun kesadaran hingga pada calon generasi selanjutnya perubahan yang kreatif dan progres dalam memberikan perubahan dimasa yang akan datang.
Fokus pada perubahan. Mulai hari ini pun bisa kita laksanakan, meski hasil bisa dari sedikit demi sedikit setiap periodiknya agar bisa mersakan bahwa berjuang bukan hal instan, bahasa aktivisnya terbentur-terbentur lalu terbentuk. Yang penting, sudah tidak fokus pada pembawaan lagu lama yang tidak menghasilkan apa apa yaitu pengurus disalahkan karena dirinya tidak terurus tetap saja menggonggong "tak becus" menjadi kritikus dalam kehampaan isi kardus , yang di urus disalahkan terus karena tidak penurut tetap saja menambah kasus dan akhirnya menjadi rakus urusan fulus, tidak fokus menambah nilai plus.
Mari kita beri uplus sejenak untuk kita semua. Setelah itu fokus, fokus dan fokus pada diskursus (diskusi sasaran khusus) dan penambahan nilai plus pada perkembangan kreatifitas termutakhir. InsyaAllah ada jalan ! Kata Fadly Grup Band Padi sebagai generasi pelantun lagu Mbah Camelia Malik.
Jalan utama dalam regenerasi adalah terciptanya semangat kaderisasi, yang menjadi sarana dalam menterjemahkan keberhasilan regenerasi itu sendiri bukan menghadirkan hayalan siapa yang akan menjadi pahlawan, itu kuno. Menjamin adanya ruang pembelajaran demokrasi kaderisasi akan melahirkan regenerasi yang efektif dan progreaif, jangan memburu busungnya dada sendiri (akuisi). itu kuno, plus kaku, iya bukan?.
Berjuanglah untuk regenerasi sebagai aktualisasi kaderisasi. Ya meskipun itu berat yakin saja pasti kuat, ya meskipun tidak harus diselesaikan dalam waktu sangat dekat yang penting istiqomah sedikit demi sedikit. Ojok gopoh ojo kagetan, karena hanya dalam kondisi tertentu bisa dilakukan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dan se gopoh-segopohnya. Berjuang tidak sebercanda itu ! Kata pepatah. Iya, memang dalam berjuang untuk sebuah perubahan tidak semudah membalikkan tangan, teruslah bergerak dengan istiqomah. Biarlah ideal-isme akan menuntun jalan kebenaran dengan sendirinya.
Kembali ke dangdut, suara lirik adalah untuk menyampaikan pesan dan nilai. Biarkan masyarakat nan luas memberi nilai sendiri, syukur-syukur ada nilai yang berhasil memberikan nilai pada perubahan untuk regerasi dangdut selanjutnya. Disamping itu, biarlah sejarah merekam sesuai usia nilai.
Kantor PC PMII Surabaya, 11/05/2018

0 Response to "REGENERASI ALA WAKUNCAR MBAH C-M"
Post a Comment