-->

POLITIK DAN PEREBUTAN PERMEN

 
(Refleksi Perjuangan Kemerdekaan ditahun Politik)
Oleh : Zainullah Al-Fikr

  Perjuangan para founding father untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia dalam tekanan kolonialisme sangat berat dan penuh pengorbanan. saya ambil salah satu founding father bangsa Indonesia bung Tan Malaka, sudah banyak sejarah perjuangan bung Tan Malaka tercatat dalam literasi yang sudah beredar. bapak bangsa yang satu ini pernah mempunyai pemikiran bahwa Bangsa Indonesia harus merdeka seratus persen. perjuangan beliau menginginkan bahwa bangsa ini harus merdeka sepenuhny, tanpa ada campur tangan dari pihak lain. perjuangan beliau memang mengalami banyak tantangan apalagi intrik politik pada saat itu sangat kuat, sampai-sampai Tan Malaka menjadi buronan politik oleh beberapa kelompok yang berkepentingansehingga sering mengasingkan diri dibeberapa daerah.

  Selama ada Imperialisme baik dalam dunia industri, pendidikan maupun politik bangsa ini masih belum dianggap merdeka seratus persen. yang diharapkan oleh Tan Malaka bangsa ini bisa mandiri mengelola tanpa ada intervensi dari negara lain, atau Berdikari kalau dalam gagasan Soekarno. Tan Malaka dan Soekarno mempunyai tujuan yang sama untuk kemerdakaan bangsa ini walaupun dengan cara yang berbeda. Soekarno lebih memilih jalur Politik yang Diplomatis sedangkan Tan Malakaemilih jalur perlawanan yang murni oleh Rakyat Indonesia.

  sejak 17 Agustus 1945 di Jakarta bung Karno membacakan teks Proklamasi sebagai tanda bahwa Indonesia telah dinyatakan merdeka. lantas kabar seperti itu menjadi angin segar bagi bangsa Indonesia karena telah dinyatakan merdeka. namun kabar bahagia tersebut ternyata masih belum diindahkan oleh bangsa lain yang masih mempunyai kepentingan terhadap Bangsa Indonesia. terbukti pasca pembacaan teks proklamasi dan Indonesia dinyatakan merdeka Belanda melakukan agresi militer untuk kembali menguasai bangsa Indonesia. dengan kegigihan Rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dengan tetap melakukan perlawanan terhadap agresi militer dari belanda, akhirnya Belanda gagal menaklukan Bangsa Indonesia.

  Perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak berhenti saat itu. Ketika eranya Presiden Soekarno Bangsa asing masih mempunyai hasrat untuk menguasai Bangsa Indonesia, apalagi dihadapkan dengan perang dingin antara blok barat dan blok timur untuk menguasai Indonesia. Nanun saat itu Bung Karno Ambil sikap dan menyatakan diri sebagai Negara non blok.

  Sudah 72 tahun Indonesia merdeka dan secara Politik Indonesia sudah bisa membuat tatanan negara dan merumuskan peraturan negara sendiri. Tentu kondisi seperti ini bukanlah hasil sulap semata, melainkan hasil dari proses perjuangan para founding father sehingga hasil dari perjuangan bisa dirasakan hasilnya oleh generasi selanjutnya. Namun kondisi Bangsa ini apalagi ditahun Politik suhu tata negara sangat panas. Hasrat ingin menguasai sangat tinggi, dimomen politik seperti tahun satu sama lain saling senggol menyenggol, sama-sama ngitot berebutan kursi kekuasaan. yang saya herabkan satu kursi diperebutkan oleh banyak pihak. hal ini saya anggap sama seperti anak-anak kecil yang sedang rebutan permen dari orang tuanya, padahal perlu diingat kursi kekuasaan yang saat ini diperebutkan adalah hasil perjuangan dari para bapak bangsa kita.

Andaikan para funding father Bangsa ini tidak memperjuangkan kemerdekaan Indinesia, tentu tidak akan ada kursi kepemimoinan sendiri dibangsa ini. haraoan saya siapapun nantinya yang memenangkan kontestasi politik ditahun ini bisa bersikp sebagai pemimpin yang seharusnya dan tang kalah benar-benar bisa bersikap dewasa. dan nantinya yang duduk dikursi kepemimpinan bisa mempertahankan eksistensi bangsa ini sehingga bangsa ini diperhitungkan dimata dunia. sehingga bisa mengelola bangsa ini dengan mandiri.

CARA MUDAH UPDATE POSTINGAN:

0 Response to "POLITIK DAN PEREBUTAN PERMEN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel