Perjuangan Ilmu Seperti 3 Jalan Cinta
February 12, 2019
Add Comment
Cinta merupakan kata yang tidak Kaku dan tetap Laku ditelinga kita semua. Karenanya, cinta adalah konsumsi pokok sehari-hari. Bahkan Gus Mus pernah mengatakan, Tanaman dan Hewan juga memiliki cinta meskipun tidak ada akal pada dirinya.
Meski setiap mahluk menyimpan Cinta didalam hatinya, namun terkadang butuh keringat untuk menampakkan dipermukaan, dirawat agar tidak layu. Begitupun dengan Ilmu, setiap manusia dibekali dengan ruang khusus untuk diisi ilmu. Tidak mudah meraihnya, tentu butuh perjuangan untuk mewujudkannya.
Ambil contoh Cinta yang diraih oleh sepasang manusia dengan melakukan perjalanan darat mencari sang kekasih pada seseorang sang pemilik hati. Maka perlu tahapan yang harus dilewati, disitulah kata perjuangan benar benar menjadi bekal demi si dia jatuh hati.
Tahapan Pertama
Masa kenalan.Agar kenal menjadi sayang tentu apa yang ada pada dirinya harus bisa disukai agar tidak berbalas kecewa dikemudian hari. Pun ilmu, membutuhkan alat deteksi untuk menentukan fokus prioritas terhadap ilmu yang perlu didahulukan untuk dipelajari, agar setelah mencoba mengenali bisa menyukai. Tentu masa kenalan tidak begitu berat karena kita masih bisa menambah koleksi terhadap yang benar benar menarik dihati. Jika tidak diperlukan rindu karena kata dilan itu berat. Cukup mencoba memberikan perhatian secukupnya, menyayanginya, terus lebih kenali dirinya.
Kedua
Tunangan.Dalam Agama Islam diberi sebutan Taaruf, saling mengenalkan kedua keluarga untuk adanya keseriusan dan saling membangun kepercayaan. Artinya, jika kita sudah memantapkan pilihan maka dirasa perlu ada ikatan. Ilmu dengan beragam ilmu dan bermacam cara mendapatkannya, baik disekolah, organisasi, pondok, bahkan kepada siapapun harus bisa membuktikan keseriusan. Setidaknya terus berjuang untuk bertahan bahwa tidak hanya cukup mencintai tapi perlu dibuktikan.
Ketiga
Pernikahan.Cinta menjadi megah bertahta atas keperkasaan kita menyatakan kata Cinta itu pada seseorang, sedang disampingnya orang banyak menjadi saksi hidup kata itu. Dan lagi menjadi sakral karena hari itu bersaksi akan mencintai sepenuh hati untuk selamanya, hidup sampai mati. Disitulah doa bertaburan dari manusia dan malaikat, memperoleh restu dari orang tua, dan diberkahi Tuhannya. Ilmu akan kekal menemani kehidupannya, akan saling memuliakan, memberi kehormatan dan samudra kenikmatan saban hari dan malam. Fokus adalah kunci dalam tahap ini, bagaimana siap memuliakan dan menikmati kemuliaannya dengan penuh cinta dan syukur.
Ilmu dalam segala bidang dan kebutuhan seperti tersebut diatas akan benar-benar memancar keagungan Cinta pemilikNya. Yakin dan percaya bahwa Ilmu telah hadir menjadi kekayaan terbesar pemberian sang Tuhan, bukan semata mencari kekayaan dari cinta dan ilmu itu sendiri. Berfikir mencari penghidupan dari sekolah, organisasi, pondok, dan orang lain, tentu cara berfikir demikian kurang benar. Justru akan menjadikan kita diam, malas akan berjuang, menjadi pecundang apalagi menunggu cinta tiba tiba akan datang. Mustahil !
Ilmu itu perlu diperjuangkan layaknya memantapkan hati kepada kekasih pilihan. Setelah itu jalan Cinta akan menuntun langkah kita menuju kebahagiaan dan kemuliaan. Selamanya hidup sampai mati bersama kasih sayang.
Mari bersama sama kita tanyakan, ada di tahap berapa pendaratan cinta dan ilmu kita sekarang?
Karena yang memperjuangkan akan ditunggu, sedang yang tak mau berjuang akan selalu menunggu.
Semoga bermanfaat. Salam ekspresi menginspirasi!
Penulis : Siddiqurrohman Arz

0 Response to "Perjuangan Ilmu Seperti 3 Jalan Cinta"
Post a Comment