Artikel Ketua Komisariat PMII Untag Surabaya
May 06, 2017
Add Comment
DinamikaPendidikan Indonesia
Oleh: Samsul Abi*
Indonesia sebagai Negara besar yang bependuduk ±
200.000.000 jiwa, seluruh tanah ± 700.000 mil persegi dan tanah air yang ±
4.500.000 mil persegi (Tan, Gerpolek, 2011). Dengan kekayaan alam yang melimpah
ruah, seharusnya Indonesia mampu menjadi Negara maju bahkan Negara adidaya sekalipun,
tetapi pada faktanya Indonesia sampai detik ini masih jauh dari kata maju apalagi
adidaya, salah satu factor terpenting untuk memajukan Indonesia ialah distribusi
pendidikan yang baik dan merata.
Pendidikan sebagai salah satu sektor yang
maha penting untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Negara maka dari itu pendidikan haruslah merata terhadap siapapun golongannya tanpa memandang berdasarkan latarbelakang ekonomi.
Di Indonesia sendiri, pendidikan masih jauh dari kata sempurna ada banyak permasalahan tentang pendidikan
di Indonesia, namun disini saya hanya akan menyoroti dua permasalahan pendidikan yang
ada di indonesia.
Pertama. Pada sekitar tahun 90-an
sosialisasi tentang pendidika nmasih belum tersiar ke berbagai pelosok yang ada di
negeri ini, akibatnya kemudian terjadi ketidaksadaran di
kalangan masyarakat itu sendiri, utamanya dikalngan masyarakat menengah kebawah yang
notabene masyarakat di pedesaan, tentu sosialisasi ini tidak merata dikarenakan aksesi nformasi masyarakat pedesaan yang
jauh dari kata mencukupi, ketimpangan sosialasi pendidikan yang
terjadi itu berimbas kepada kualitas masyarakat pedesaan dan perkotaan (metropolit)
maka jangan salah apabila masalah ketimpangan sosialisasi pendidikan ini berimbas juga pada ketimpangan ekonomi
yang sukar untukdiselesaikan.
Kedua. Pada sekitar tahun 2000-an sampai hari ini masalah sosialisasi pendidikan itu hampir terselesaikan,
artinya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan hampir merata di seluruh penjuru negerii ni,
namun alih-alih masalah sosialisasi pendidikan itu hampi rterselesaikan, timbulah masalah
yang sangat besar dan sangat rumit yaitu Komersialisasi Pendidikan,
fakta itu termaktub lewat mahalnya biaya UKT (Kampus Negeri) atau SPP (Kampus Swasta). hal ini tentu membuat masyarakat menengah kebawah
yang berpenghasilan rendah tidak dapat mengakses pendidikan sitinggi-tingginya terkecuali masyarakat menengah keatas dapat mengakses pendidikan itu karena secara ekonomi meraka mencukupi,
keadaan ini tentu memberikan ketidakadilan terhadap masyarakat, khususnya masyarakat kelas menengah kebawah.
Padahal dalam Pembukaan UUD 1945 Alenia ke 4 sudah jelas dituliskan “ Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”
dan ditegaskan dalam UUD 1945 pasal 31 Ayat 1 yang berbunyi “
Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan” itu artinya bahwa mengenyam pendidikan dengan setinggi-tingginya dan seluas-luasnya adalah mutlak hak seluruh masyarakat
Indonesia.
Fakta di atas di perparah dengan otonomisasi Kampus,
sehingga pihak birokrasi kampus bisa dengan leluasa membuat kebijakan-kebijakan di
dalam kampus, dan sampai detik ini hampir disemua perguruan tinggi berorientasi terhadap word class university, yang
hal ini menimbulkan kebijakan-kebijakan yang hanya membatasi kreatifitas mahasiswa itu sendiri,
dan parahnya biaya perkuliahan yang kian hari kian mahal.
Dengan fakta dan realita dinamika pendidikan yang ada
di Indonesia sekarang ini,
menunjukan bahwa pemerintah selaku pemangku kebijakan publik tidak mampu melakukan subsidi silang
yang berorientasi terhadap pemerataan pendidikan itu bagi sreluruh masyarakat
Indonesia.
Maka dari itu seharusnya pemerintah hadir dan memberikan sosialisasi konkret keseluruhan msyarakat
Indonesia maupun masyarakat perkotaan ataupun pedesaan, sehingga tercipta kesadaran di
semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali akan pentingnya sebuah pendidikan demi
kepentingan masyarakat dan negeri ini,
dan pemerintah baik eksekutif maupun legislatif mampu memberikan kebijakan-kebijakan
yang berorientasi kepada kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat, khisusnya masyarakat kelas menengah kebawah dalam mengakses pendidikan.
*Penulis adalah ketua komisariat PMII Untag Cabang Surabaya

0 Response to "Artikel Ketua Komisariat PMII Untag Surabaya"
Post a Comment