-->

Tips Olah Raga Otak, Sambil Menunggu detik-detik keputusan KPU

Olahraga otak dulu, tanpa loncat-loncat brow. 


Olahraga sejak namanya muncul dipermukaan telinga masyarakat telah diakui sebagai salah satu cara pengobatan terbaik sebelum mengkomsumsi obat-obatan. Olahraga bisa bekerja dengan baik untuk menyembuhkan penyakit kronis sekalipun, termasuk otak/fikiran seseorang yang sedang mengalami gangguan, pasalnya saat organ tubuh kita berolah raga pengobatan dari dalam bekerja menjalar keseluruh bagian tubuh yang mengalami gangguan, saluran darah diperlancar untuk mengusir gangguan tersebut, disinilah hati sebagai salah satu tempat peredaran darah utama akan kembali tenang dan bertenaga. 

Hari ini, sebab musabab pilkada serentak tak bisa dihindari akan mengganggu kerja otak akibat full mencurahkan kerja otak pada suksesi pilkada serentak tersebut. Olahraga otak tentu sangat dibutuhkan sehingga pada saat pengumuman KPU terkait hasil suara pemenangan pememimpin baru otak kita bisa menerima dengan baik.

Cukup padat-padet isi rongga kepala kita dari 4-5 bulan sejak terlibat menyiapkan pesta demokrasi dipilkada serentak 27 juni kemarin.  Tentu tak cukup dengan kopi untuk menurunkan berat beban fikiran kita, karena yang kita fikirkan negara brow. W. O. W.  !!!

Sudah dengar banyak cerita tentang pengalaman pemilihan kepala daerah kan? Baik dari beberapa orang pemilih biasa, tim sukses salah satu calon, atau obrolan beberapa dugaan sementara dari beberapa tokoh di TV atau di media sosial. Dan media sosial katanya sempat guncang tubuhnya. 
Menegangkan bukan? Apalagi menunggu kabar hitungan cepat hasil suara jagoanmu, pasti keringatmu basah oleh karena tanganmu nonjok-nonjok dinding saat dengar kabar kekalahan atau gerakan sorak gembiramu berlebihan karena menang di hitung cepat. Sudahi dulu bro, rilek sejenak biar tidak kehilangan tenaga melihat dirimu sendiri, itu penting, jangan pening! 

Mari berikan ruang tenang untuk akses nafas otak kita, indahkan kembali alis yang terlanjur menyambung dijidat kusam seperti rel kereta api yang karat. Fikiran kita lelah,  Istirahatkan menyembur berbagai jurus dari otak. Mulai olah raga fikiran kita, belajar menerima dengan tidak berlebihan. Ingat, tujuan demokrasi ini untuk berlomba lomba dalam kebaikan, memberikan perbaikan kepada negeri atau daerah kita. Dengan cara yang baik, menerima kenyataan yang ada lho ya. 

Kedua, perbaiki kembali paparan postingan media sosial kita yang sebelumnya numpuk dengan kata kata kampanye, ayo pilih nomor ini, hanya si itu pilihan terbaik, si dia paslon yang didukung ulama atau tidak, atau ada yang opset pada ulah kampaye hitam-pekat disalah satu postingan kita. Tentu hal demikian lebih bedebah dari mbahnya bedebah. Tulisan-sampaikan yang menenangkan fikiran banyak khayak dari fikiran kita yang tenang, hal tersebut akan menenangkan kediaman hubungan persatuan kita sesama anak kandung bangsa.

Saya sebagai seorang yang lahir di jawa timur juga merasakan moment pilkada jatim, sedari awal sampai penghitungan cepat membeberkan jumlah persentase kemenangan paslon. Ikut tegang, mengalami gumpalan tegangan dibeberapa titik sensitif ditubuhku khususnya otak, karena diakui atau tidak jika terlibat ditim pemenangan  ada nilai plus akan didapat kalau jagoan kita menang, minimal bisa ganti merk rokok dari MLD ke Sampoerna Mild, jalan dikampung bisa segera licin dengan bantuan aspal berkualitas. Hehe

Hingga beberapa hari saat tanggal 27 malam sampai tulisan ini dirangkai, kok ya beberapa grup WA dan FB tambah panas, hal aneh yang panasnya mendidih saya dapat juga dari main serang-serangan partai, tembak tembekan isu pilres 2019, sengkol senggolan di twitter, hingga kostum foto-video berisi ejekan, celaan,  tuduhan, dan lucu-lucuan biadab bersebaran di grup saya, sampai di edit sembarangan oleh editor yang berasal dari padepokan hitam. Sebaiknya, segeralah dihentikan meskipun tidak ada polisi yang membawa pistol dan borgol majang di pojok media sosial. 

Selanjutnya, siapkan mental. Yaitu kemampuan diri yang diimbangi kedewasaan. Bukan hanya selesai diurusan ngoceh cantik, klik tombol bagikan untuk mempromosikan calonnya. Karena pendukung yang kalah dan menang nantinya akan kembali menjadi warga daerah dalam satu kesatuan pimpinan, kontribusi aktif kita justru dibutuhkan untuk membantu kepemimpinan daerah dengan kemampuan kita, menyiapkan diri kita saat dibutuhkan kemampuan tertentu di daerah kita, agar tidak berakhir dengan kata sia-sia, sama saja, itu tok, wadaaaa. 

Yuk kembali baca visi misi calon, dan banyak informasi yang kita dapatkan di debat kandidit saat membicarakan kekurangan dan peluang daerah kita. Posisikan kemampuan kita untuk membacanya lebih rinci dan mengisinya sebaik mungkin, tentu pembelajaran politik dan kebangsaan kita seperti ini akan terus berlanjut dengan baik, orang-orang disekeliling yang sempet menjadi pemilih atau diajak milih oleh kita akan mendapatkan pembelajaran dan manfaat yang baik dari moment berharga ini. 

Terakhir, kita sambung silaturrahmi kembali, secair paduan kopi dan susu yang menjadi nikmat diwarung kopi. Duduk bersama tanpa memalingkan wajah dan obrolan rahasia suksesi pilkada, jika diperlukan maaf-maafan. Karena kualitas pesta demokrasi ini terukur oleh persatuan informasi kemenangan bersama. Per-pelukan kepentingan kedua belah pihak calon dan pendukungnya untuk terciptanya daerah yang sakinah,  mawah, warohmah.

Sekian beberapa tips olah raga otak untuk rileksasi fikiran waras kita. Semoga fikiran sehat bisa menjadi cermin sehatnya demokrasi di negeri kita. Menghadirkan kualitas demokrasi dan bangsa Indonesia lebih baik untuk menebar ketauladanan diseluruh negara tetangga di dunia. Tentu tulisan sederhana ini hanya membawa pesan secuil, jika ada tips lain yang dirasa lebih mempan bisa ditambahkan kepada penulis. 
Wallahul muwaffiq ila aqwamitthoriq. 

Surabaya, 30 Juni 2018

Siddiqurrohman Abad Arz*

*Penikmat kopi susu rajik bersama kader-kader PMII. 


CARA MUDAH UPDATE POSTINGAN:

0 Response to "Tips Olah Raga Otak, Sambil Menunggu detik-detik keputusan KPU"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel