KEBEBASAN DALAM CENGKRAMAN
May 29, 2019
1 Comment
Oleh : Aziz
Dalam benakku kebebasan ialah suguhan dari tuhan yang di hadiahkan kepada seluruh insan, agar mereka tak lagi merasa dalam genggaman yang menghimpit segala kesempatan yang membentang dalam kehidupan,
Bagaikan berjalan menyusuri busur-busur nilai yang mengatasnamakan kebebasan diatas segalanya.
Dengan berjuta barisan regulasi yang sakit.
Oh...!
Izinkanlah ku menari diatas sakit ini dengan peluh yang tak kuasa ku tahan, pada lembaran harap yang berisikan sajak-sajak kebebasan yang katanya milik kita bersama.
Namun diri ini tak mampu,,,!
Jangankan menari-nari bergerakpun tak kuasa walau hasrat menggebu-gebu dalam jiwa, karena sajak-sajak itu tak lagi milik kita, ia telah tertawan sebelum hasrat berlabuh dipantai harapan membunuh kesempatan segenap manusia
Layaknya hembusan angin pantai yang begitu terasa dingin ditengah jiwa yang telah terbakar oleh keinginan yang tak berkesudahan,
hembusan nafaspun terasa berat walau sekedar ingin menoleh pada tirai-tirai kuasa yang entah kapan terbuka.
Pelan tapi pasti langkah ini mngerti bahwa istana keadilan hanya sebagai wacana manis di tengah deburan amarah kaum tertindas negri ini.
Wahai pendera kebebasan, kau telah menghancurkan segalanya, kau telah memporak-porandakan apa-apa yang kami rangkai, kini aku tak bebas dari rajutan untaian bahasa yang engkau anggap sebagai titah rahwana raja, bahasa kebebasan tak lagi mangalir bak sungai yang kehausan dari hulu hingga hilir....
Bagaikan sayatan yang tak lagi berdarah, Pada kebungkaman yang seolah-olah menjadi ibrah bahwa harapan itu telah musnah dan mimpi ini telah tertelan oleh kebijakan anyirnya penguasa.
Bergerak merobohkan benteng ketidak adilan atau diam untuk tersungkur selamanya.

Dialiktika mampu memberi warna bagi mahasiswa pergerakan khusunya di Surabaya, membuktikan bahwa hal tersebut pengejawantahan dari "ilmu untuk di praktekan" bkn "ilmu untuk ilmu".....
ReplyDeleteSalam mahasiswa pergerakan